Kamis, 11 Desember 2014

Sekolah Kuliner - Fasilitas Lengkap


Dari Jurusan Kuliner (Part-2)
Di jurusan ini para mahasiswa sibuk mengolah kreasi masakan yang bertemakan hidangan nusantara (Indonesia) dihari pertama dan masakan Chinese dihari kedua. Untuk kreasi masakan Indonesia, mahasiswa membuat sajian dari berbagai daerah, sedangkan masakan Chinese bertemakan bumbu Szechuan dengan berbagai olahan. 


Tongseng Kambing Solo
Ø  Tongseng Kambing Solo (Kreasi: Fridson Syailendra & Thirza Angelina Asianti)
Menyebut sajian masakan Tongseng, yang terkenal adalah makanan khas daerah Solo. Tongseng adalah sejenis gulai dengan citarasa bumbu yang lebih pekat. Tongseng dibuat dengan menggunakan daging yang masih melekat pada tulang, terutama tulang iga dan tulang belakang. Pada umumnya menggunakan daging kambing, meskipun ada pula tongseng daging sapi dan kerbau. Sebagai tambahan, ke dalam kuah kental dimasukkan sayuran seperti kol. Untuk bumbu tumis yang digunakan terdiri dari campuran bawang putih, kecap, dan merica. Biasanya tongseng disajikan bersamaan dengan sate kambing.
Fridson Syailendra & Thirza Angelina Asianti



















Sate Serepeh Rembang
Ø  Sate Serepeh Rembang (Kreasi: Christine Kurnia Chandra & Stefani Regina)
Begitu banyak jenis sate yang kita kenal, dan hampir setiap daerah memiliki jenis sajian sate dengan sebutan khas nama daerahnya, misalnya sate Madura, sate Padang yang masing-masing memiliki ciri khas. Namun sudah pernah dengarkah yang namanya Sate Serepeh ? Sate khas kota Rembang (Jawa Tengah) ini agak sedikit berbeda dari sate ayam pada umumnya. Yang membedakan adalah citarasa bumbunya dibuat dengan menggunakan santan, gula merah dan bumbu kacang. Bumbu sate ini warnanya merah kecokelatan dengan rasa gurih dan pedas yang unik. Untuk penyajiannya, paling enak dinikmati bersama nasi dan sayur sambal goreng labu.
Christine Kurnia Chandra & Stefani Regina


















Dendeng Batako Padang
Ø  Dendeng Batako Padang (Kreasi: Nurul Mutmainnah & Muhammad Ibnu Shobirin)
Ciri khas masakan Padang satu ini adalah citarasa bumbunya yang pedas dan empuknya daging sapi begitu digigit. Agar daging tetap terjaga keempukannya, pemakaian daun salam cukup penting untuk menghilangkan bau amis yang melekat dari daging sapi, sementara garam untuk memberikan rasa gurih. Berikutnya, daging direndam bersama bumbu yang sudah dicampur menjadi satu setelah matang lalu digoreng.
Nah, untuk penyajiannya jika biasanya menggunakan sambal balado dengan warna cabe merahnya yang menantang kepedasaannya, di ujian ini Nurul dan Ibnu menyuguhkan dendeng Batako dengan sambal ijo yang sensasinya tak kalah rasa pedasnya.

Nurul Mutmainnah & Muhammad Ibnu Shobirin


















Elsa Anggraini & Andreas Prabu Maheswara


Ø  Pecel & Bacem Jawa Timur (Kreasi: Elsa Anggraini & Andreas Prabu Maheswara)
Berbicara tentang sajian pecel, makanan ini tak pernah surut akan penggemarnya dan makin berkembang sebagai warisan kuliner nusantara yang musti dilestarikan. Pecel adalah makanan yang menggunakan bumbu sambal kacang sebagai bahan utamanya yang dicampur dengan aneka jenis sayuran.
Dalam penyajian, biasanya pecel yang terdiri dari sayur yang direbus (kacang panjang, tauge panjang, dll) dan lauk dihidangkan dengan alas daun pisang atau pincuk. Tapi tidak bagi dua mahasiswa ini, Elsa dan Prabu menata nasi pecel sedemikian rupa agar makanan ini makin enak dipandang. Penyajian secara berlapis-lapis dengan siraman bumbu kacang diatasnya. Alangkah bertambah nikmat, sajian pecel ini disertai dengan lauk tempe dan ayam bacem yang rasanya manis gurih.  


Nasi Pecel




Tempe & Ayam Bacem













Sweet & Spicy Chicken Kebab

Ø  Sweet & Spicy Chicken Kebab (Kreasi: Juwita Endah Wijayawati & Eben Ezer Sinulingga)
Mungkin kita sering mendengar makanan bernama kebab. Sebutan kebab ini hidangan daging yang masak dengan cara dipanggang dan ditusuk. Masakan ini bisa disajikan dengan beragam saus, untuk paduannya bisa berasa pedas manis.
Juwita Endah Wijayawati & Eben Ezer Sinulingga



















Szechuan Shrimp
Ø  Szechuan Shrimp (Kreasi: Muhammad Khalid & Zaphenath P. Elsa)
Hidangan Szechuan ini terkenal rasanya pedas mengigit karena didominasi oleh cabe merah Szehuan dan merica ternyata banyak penyukanya. Dimasak dengan udang, citarasa bumbu Szechuan makin terasa mantap. Yang perlu diperhatikan juga adalah penyajiannya dan jangan lupa taburan wijen sangrai untuk menambah aroma.
Muhammad Khalid & Zaphenath P. Elsa
















Prawn With Szechuan Style Sauce


Ø  Prawn With Szechuan Style Sauce (Kreasi: Diah Ratna Mutiarani & Kevin Junior)
Sajian oriental dengan citarasa bumbu Szechuan yang dikenal memiliki rasa pedas ini sangat cocok untuk lidah orang Asia. Bumbu ini cocok dimasak dengan beragam bahan makanan. Dalam masakan ini, perpaduan gurihnya udang besar dan perasan jeruk lemon sangat menambah kesegaran citarasanya. *Upi

Diah Ratna Mutiarani & Kevin Junior)






















 Info lebih lanjut hubungi atau datang di:
Ø  ‘Tristar Institute’ Serpong – Tangerang
Kompleks Ruko BSD sektor 7 Blok RL 31-32-33 Serpong – Tangerang
Telp 021-53151389  Fax 021-53155652

Rabu, 10 Desember 2014

Ujian Mahasiswa Tristar Jakarta - S1 Culinary Business


Dari ‘Tristar Institute’ Serpong - Tangerang

Ujian Teori & Praktik


 Kegiatan studi mahasiswa di kampus dapat dilakukan dalam bentuk kuliah teori dan praktik. Perkuliahan teori bertujuan untuk mengkaji dan mengupayakan penguasaan mahasiswa atas teori dan konsep yang berkaitan dengan bidang studi yang ditempuh. Sedangkan, perkuliahan praktik bertujuan untuk mengaplikasikan teori dalam kondisi dan waktu terbatas. Seperti yang telah dilakukan para mahasiswa jurusan Culinary dan juga jurusan Pastry yang ada di kampus ‘Tristar Institute’ bertempat di Kompleks Ruko BSD sektor 7 Blok RL 31-32-33 Serpong – Tangerang.

Di setiap akhir masa perkuliahan, para mahasiswa pasti akan diuji kemampuannya dalam mempelajari berbagai materi yang telah diajarkan. Untuk itu, sebelum menuju perkuliahan triwulan selanjutnya maka mahasiswa Tristar Institute diwajibkan untuk mengikuti ujian teori akhir triwulan yang dilaksakan selama 1 hari dengan waktu selama 3 jam. Tak kurang dari 30 orang mahasiswa dari 2 jurusan (Culinary & Pastry) mengikuti ujian teori ini
  





Setelah ujian teori, keesokan harinya para mahasiswa diuji kemampuannya membuat kreasi cake untuk jurusan Pastry dan aneka masakan Indonesia & Chinese bagi jurusan Culinary. Kegiatan ini dilakukan 2 gelombang  selama 2 hari dan dilakukan mahasiswa secara berkelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 2 – 3 mahasiswa. Dengan waktu selama 3 jam, mulai dari persiapan bahan, proses pembuatan hingga penyajiannya.

Dari jurusan Pastry, tampak para mahasiswa serius tapi santai dalam membuat kreasi cake yang terbaik, hal ini diperlihatkan dengan berbagai konsep modifikasi cake yang mereka buat.



  

  


Adapun bermacam modifikasi cake yang dibuat dengan bahan yang telah disediakan oleh kampus ini dibuat dengan memadukan berbagai bahan seperti cokelat, strawberry, mangga dan bahan lainnya. Tampilan cake pun tak hanya sekedar cake namun bisa berubah menjadi bentuk yang unik tapi menarik, seperti pot bunga (flower cup), ayam goreng (fried chicken) dll. Setelah waktu ujian telah habis, tim penilai yang terdiri dari Chef Yeremia dan Chef Hadi, segera memberikan penilaian. Kriteria penilaian dalam ujian ini antara lain adalah rasa, tekstur dan tampilan.








Setelah memberikan penilaian, maka Chef Yeremia selaku pengajar dalam jurusan pastry ini mulai memberikan presentasi hasil ujian kepada para mahasiswa. Secara garis besar hasil kreasi para mahasiswa ini cukup bagus walaupun terdapat beberapa kekurangan baik dari segi tampilan ataupun rasa. Penilaian dari masing-masing tim penilai juga langsung diumumkan kepada para mahasiswa sehingga nantinya mahasiswa bisa langsung menghitung nilai ujian praktik yang sudah mereka laksanakan.



  Ujian serupa juga terlihat di kelas jurusan Culinary yang terletak di lt.3 Tristar Culinary Institute. Para mahasiswa sibuk mengolah kreasi masakan mereka yang bertemakan masakan Indonesia dihari pertama dan masakan Chinese dihari kedua. Untuk kreasi masakan Indonesia, mahasiswa membuat sajian dari berbagai daerah, sedangkan masakan Chinese tema bumbu Szechuan dengan berbagai olahan.
    


 
Dalam ujian ini terlihat sekali ketrampilan para mahasiswa, sehingga hasil dari setiap kreasi mereka sudah tidak diragukan lagi hasilnya. Tidak berbeda dengan mahasiswa pastry, mahasiswa culinary juga dibagi  beberapa kelompok yang masing-masing kelompok terdiri dari 2 orang mahasiswa untuk membuat kreasi masakan.




 














Dalam ujian praktik culinary ini, penilaian dilakukan oleh tim penilai yang sama dengan ujian pastry yaitu Chef Hadi dan Chef Yeremia. Setelah praktik selesai dilakukan penilaian dengan kriteria yang terdiri dari rasa, tekstur dan tampilan. Di akhir penilaian, Chef Hadi selaku pengajar dari jurusan Culinary juga memberikan evaluasi mengenai hasil dari ujian praktik serta mengumumkan nilai yang sudah diberikan.



Secara keseluruhan, ujian triwulan ini berjalan dengan baik dan penuh kreatifitas. Hal ini menunjukkan keseriusan belajar dari para mahasiswa untuk mendalami perkuliahan. Anda ingin pandai seperti mereka ? Kuliah di ‘Tristar Institute’ Serpong – Tangerang bisa menjadi jawabannya. *Upi








Info lebih lanjut hubungi atau datang di:
Ø  ‘Tristar Institute’ Serpong – Tangerang
Kompleks Ruko BSD sektor 7 Blok RL 31-32-33 Serpong – Tangerang
Telp 021-5380668. HP/WA: 081286358533. 
PIN BB: 2A96E298  Fax 021-53155652